Selasa, 09 Januari 2018

Akhir yang Sama


      Dia yang pernah tersenyum padamu, bukan berarti selamanya ia akan tersenyum untukmu. Ada saatnya nanti dia membencimu, memandangmu negatif dan menilaimu buruk. Dia hari ini memujimu, esok pagi bisa jadi ia akan menghujatmu. Bersyukurlah dengan yang terjadi sekarang, semua yang berlalu memang yang terbaik tapi belum tentu sikapnya esok lebih baik dari sekarang.
      Seperti mawar yang hari ini tampak segar, esok akan tampak sedikit bintik hitam. Semakin lama semakin banyak bintik hitamnya dan akan berakhir mengering. Sikap dia kepadamu juga bisa berubah seperti itu. Jangan bahagia berlebihan, hal itu hanya akan menimbulkan luka yang mendalam.

Kuncupmu membuatku menanti,
Menanti untuk melihat bagaimana indahmu ketika mekar nanti,
Menunggu dalam ketidakpastian,
Kamu akan mekar atau patah karena tangan nakal.

Jika kamu patah oleh tangan nakal, aku akan bersedih
Harapanku telah pupus.

Jika kamu mampu bertahan dari tangan nakal, aku akan tersenyum
Melihatmu dalam keindahan, adalah kepuasanku
Namun sayang, 
Kepuasan itu hanya sesaat,
Kamu akan layu, kering, dan mati.

Keindahanmu palsu,
Keindahanmu hanya membuatku sakit,
Dengan dua pilihan, sakit di awal atau di akhir
Namun akhirnya tetap sama
Yaitu rasa sakit.

Semua akan menemukan titik akhir, dan itu yang menentukan kamu harus bertahan atau pergi dengan spontan. Membawa rasa sakit dan rasa sayang. 

About me


Saya menulis sebab sering diserang perasaan ingin berada di sini, di sana, dan di mana-mana sekaligus

-Mutia Aris Pradina-

Mutia Aris Pradina

Seorang wanita penikmat kopi dan sayur bening yang lahir pada bulan Juni. Juga seorang penyuka langit, bintang, hujan, dan senja. Sangat benci dengan kata "Oh dan Hmm" ♥