Kesekian kalinya logika dan hati tak searah, logika berkata "iya" dan hati berkata "tidak". Sedikit membingungkan memang, akal sehat tidak lagi berlaku ketika ego memuncak.
Sering kali logika mengingatkan hati tentang sebuah pengharapan. Mengingatkan untuk tak mudah meletakkan harapan di hati lain, yang belum jelas ia hanya sekedar singgah atau menetap. Namun tak ada gunanya peringatan jika ego telah menguasai hati. Hati akan tetap meletakkan harapan pada siapa dia yang singgah, pembawa rayuan manis.
Hati akan sadar jika ia telah salah langkah ketika ia telah ditinggalkan, dicampakkan oleh ia yang hanya singgah. Bukan pengalaman pertama memang, tapi buat apa pengalaman jika ego telah menguasai jiwa. Walau sudah tau pada akhirnya akan terluka, ia akan tetap melakukan. Mengenaskan memang, ketika hidup tanpa logika.
Seorang manusia akan tersakiti oleh dirinya sendiri, perperangan antar logika dan hati akan memunculkan keresahan. Dan pengharapan yang telah diletakkan pada tempat yang salah akan menimbulkan luka. Sayangnya, manusia tak pernah menyerah akan pengharapan. Padahal ia tau semua akan berakhir "luka".
Aku meletakkan harapan pada dia yang datang, dan aku tau suatu saat ada kemungkinan dia pergi meninggalkan.
Aku sadar atas semua itu.
Aku membuka jalan untuk lukaku sendiri.
Aku terluka karena Aku.
Jika mencintai akan menemukan rasa bosan, dan berjuang akan berjumpa dengan rasa lelah. Lalu seorang pekerja keras akan bertemu dengan rasa jenuh. Dan manusia akan menjumpai semuanya.
Ada saatnya kamu harus pergi dari zona nyaman, untuk berjumpa dengan hal yang tak pernah terlihat. Jika kamu pekerja keras dalam hal pendidikan, maka kamu perlu terjun sesekali dalam hal perkebunan. Bukan untuk menguasai semua bidang, namun untuk mengurangi rasa bosan. Jika kamu bosan mencintai seseorang, bukan berarti kamu harus menyelesaikannya dengan kata "Putus". Tapi cobalah berdamai dengan dirimu sendiri, beri jarak sesaat untuk mengetahui berapa berharganya "dia" dalam hidupmu.
Jika kamu merasa lelah berproses dalam menggapai tujuanmu, beri jeda sejenak. Lalu berpikirlah, ada orang yang berharap lebih atas keberhasilanmu. Jika kamu berhenti sampai disini, apakah kamu tidak berpikir akan ada orang yang kamu kecewakan? Lelah bukan berarti menyerah. Lelah artinya kamu butuh istirahat sejenak, lalu melanjutkan langkah.
*) Semangat untuk aku, kamu dan kita. Pejuang skripsi, pejuang tugas akhir, pejuang mendapatkan hatinya doi, dan para pejuang yang lain. Ingat, kamu pahlawan bagi orang lain. 😊
Mencintai harap akan membuat siapapun terluka. Cobalah untuk tidak meletakkan harap pada sesama manusia, yang saat ini kamu anggap paling cocok dengan kepribadianmu, bisa saja esok ia mengecewakanmu. Seperti halnya ketika kamu bercerita tentang apa tujuan hidupmu, dan hal-hal kecil yang ingin kamu lakukan dalam waktu dekat. Misalnya melakukan perubahan, entah itu dalam ibadah, kebiasaan, dan cara berbicara. Mungkin sebagian orang menyebutnya dengan kata hijrah.
Hijrah, entah kenapa dengan kata itu akhir-akhir ini terlalu ramai diperbincangkan, entah dalam hal yang positif atau negatif.
Salam untuk kalian para pejuang hijrah, mungkin kita bisa berbagi suka duka tentang perjuangan hijrah. Mendengar beberapa hujatan, dan menerima sekian pertanyaan. Beberapa hal akan sedikit mengganggu, jika hal itu terjadi mari kita belajar bersama untuk mengabaikan. Ingat hidupmu bukan berdasarkan apa yang orang lain katakan, tapi berdasarkan perjuanganmu.
"Mbak krudungnya lebar, tapi kok ngomong kasar" mungkin ada yang pernah mendapat kalimat seperti itu. Buat kamu yang pernah mendengarkannya, bersabarlah. Itu ujian untuk kamu, Tuhan ingin mengetahui seberapa besar tekadmu untuk memperbaiki diri. Lalu untuk kamu yang pernah berkata seperti itu, sadarlah jika kamu tidak mampu seperti dia, bukan berarti kamu harus menyakiti hatinya dengan berkata seperti itu. Tidak ada yang tahu seberapa berat perjuangannya untuk sampai di titik tersebut, tidak ada yang tahu seberapa besar ego yang harus dia hancurkan untuk berubah sampai di posisi saat ini.
Netizen memang mudah dalam berkomentar, tapi alangkah baiknya jika tidak berkomentar buruk. Jika kamu tidak mampu memberi saran yang baik, kamu masih bisa untuk mendukung dan memberikan semangat.
📷loc: Taman Botani, Jember
Assalamualaikum Wr. Wb.
Terima kasih untuk teman-teman yang masih bersedia membaca coretan saya di blog ini. Judul postingan kali ini "Harapan Baru", awalnya ingin memberi judul "Harapan" tapi di postingan sebelumnya sudah menggunakan judul itu. Tulisan ini berkaitan langsung dengan kehidupan nyata, tentang sebuah harapan yang muncul lalu di patahkan, tentang harapan yang baru di tahun yang baru.
Staat memandang harapan merupakan ekspektasi yang berinteraksi dengan pengharapan untuk mewujudkan kemungkinan dan pengaruh pada tujuan yang dicapai(J. Lopez, 2009: 487). Jadi kita bisa menyebut harapan sebagai hal yang hanya terwujud dalam ekspektasi saja. Ekspektasi yang lahir pada diri manusia memang tak terbatas, namun setiap individu harus mampu membatasi perkembangan ekspektasi yang muncul. Hal ini untuk menghindari dari rasa kecewa dan penyesalan diri yang berlebih. Terlalu tingginya ekspektasi bisa memunculkan kecewa yang tinggi pula.
Begitu pula dengan kalian yang sekarang menginjak masa remaja, jangan terlalu berharap pada seseorang untuk menjadi pasangan hidup. Sekarang banyak sekali muda-mudi menitipkan harapan hidupnya kepada orang lain, berharap seseorang menjadi pasangan hidupnya kelak. Padahal harapan itu hanya akan membuat kalian terjatuh. Daripada menitipkan harapan ke seseorang kenapa tidak mencoba menitipkan harapan pada pencipta kalian? Menitipkan harapan pada yang pasti bukan hanya sekedar ekspektasi.
Pencipta kalian lebih tau tentang apa yang kalian butuhkan, tentang apa harus kalian dapatkan, bukan sekedar tentang apa yang kalian inginkan. Berpikirlah luas untuk ke depannya, jangan hanya memikirkan zona nyaman yang kalian rasakan sekarang. Kata peribahasa, Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ketepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Ada saatnya kalian harus menikmati lelahnya berusaha untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.
Untuk kalian perempuan jangan mudah baper, baper-mu akan membawamu ke rasa sakit akibat kecewa. Dan laki-laki jangan mudah menyebar perhatian, cukup satu orang. Perhatianmu yang berlebih mengundang rasa kecewa yang berlebih juga. Cukup saling memantaskan diri, jangan baper dan caper disana-sini.