Senin, 16 Juli 2018

Masih dengan Cerita yang Sama

Masih tentang Rindu,
Rindu untuk kamu yang belum pernah aku temui,
Entah bagaimana hal ini bisa terjadi,
Kamu singgah sejenak pada diri ini melalui cerita singkat hidupmu,
Kamu orang baru tapi entah kenapa aku langsung saja mempercayaimu,
Apakah aku terlalu kesepian? Sehingga terlalu mudah untuk  percaya dengan orang baru,

Kisahmu memberiku banyak pelajaran,
Tentang perjalanan hidup yang harus berani mengambil risiko,
Kamu orang tergila yang pernah aku dengar,
Tentang kisahmu,
Tentang hari pertama kita saling berbicara, kamu  menceritakan kesedihan yang sedang kamu rasakan,
Nyaman, itu yang aku rasakan ketika kamu menceritakan kisah hidupmu,
Mungkinkah aku terlalu bodoh, merasa nyaman berkomunikasi denganmu yang sama sekali belum pernah bertemu dengamu,
Dan kini aku Rindu saat-saat itu,
Saat dimana aku mendengar cerita tentang perjalanan hidupmu,
Jatuh bangunnya hidupmu, masa sulitmu, masa tergilamu, dan masa dimana kamu menemukanku.

Semua itu sungguh menarik bagiku,
Namun kini hanya tersisa Rindu yang bisa aku nikmati,
Kamu hilang entah kemana.

Di hari-hari terakhir sebelum kamu menghilang,
Kamu berkata ingin sendiri, 
yah,,, mungkin aku terlalu mengganggumu,
Maaf,,, dan itu kata yang terlalu sering aku ucapkan untukmu,
Aku tahu, mungkin kamu mulai lelah dan bosan.
Jangan kamu paksa untuk menjalani sendiri, berbagilah. Aku siap menjadi tempat kamu berbagi.
Jangan lagi menghilang, kamu hanya membuatku semakin khawatir.


Rabu, 04 Juli 2018

Cerita Baru

Sebuah cerita baru, setelah sekian lama menikmati perjalanan panjang. Rindu memang, rindu tentang tulisan bodoh. Rindu tentang sebuah kisah canda dan tawa, tangis pada kisah cinta, dan cerita bahagia tentang persahabatan. Hingga malam ini, senja yang telah lenyap dari pandangan mata masih saja terlintas. Rinduku semakin kuat, namun obatnya tak kunjung datang. Entah kapan pengobat rindu untukku akan hadir, yang mampu memberi ketenangan dalam setiap kerinduan yang menghampiri.

Kata banyak orang, masa lalu jangan terlalu di kenang, yang lalu biarlah berlalu. Pikirkan yang akan dilalui secara matang, agar tak kembali seperti kesalahan masa lalu. Tapi bagaimana jika rindu tentang yang lalu tak kunjung padam. Mana mampu kaki ini melangkah untuk kisah yang baru, letih berpikir itu pasti. Diri ini yang labil masih belum mampu menentukan pilihan secara pasti, masih sering berbolak-balik. Karena hati masih tak mau melangkah pergi.

Hai, pengobat rindu yang diciptakan  untukku.
Kamu dimana? Aku rindu, aku butuh kamu.
Kamu yang selalu aku sebut dalam setiap harapku, agar kita segera bertemu.
Kamu yang tak ku-ketahui keberadaanmu, entah dekat atau jauh. Segeralah mengakui dirimu, sebagai pengobat rinduku.
Jika kamu jauh, segeralah mendekat dan katakan kamu diciptakan untuk mengobati rinduku yang mendalam.
Jika kamu dekat, segera ungkapkan bahwa kamu hadir untuk memberi kenyaman di setiap rinduku yang tak tertahankan.

Bulan dan Bintang sampaikan rinduku kepada-Nya.
Katakan pula kepada-Nya aku menunggu kejutan paling indah yang telah Ia siapkan untukku.😊


Salam termanis dari Uttie Voleta.

About me


Saya menulis sebab sering diserang perasaan ingin berada di sini, di sana, dan di mana-mana sekaligus

-Mutia Aris Pradina-

Mutia Aris Pradina

Seorang wanita penikmat kopi dan sayur bening yang lahir pada bulan Juni. Juga seorang penyuka langit, bintang, hujan, dan senja. Sangat benci dengan kata "Oh dan Hmm" ♥