Sebuah cerita baru, setelah sekian lama menikmati perjalanan panjang. Rindu memang, rindu tentang tulisan bodoh. Rindu tentang sebuah kisah canda dan tawa, tangis pada kisah cinta, dan cerita bahagia tentang persahabatan. Hingga malam ini, senja yang telah lenyap dari pandangan mata masih saja terlintas. Rinduku semakin kuat, namun obatnya tak kunjung datang. Entah kapan pengobat rindu untukku akan hadir, yang mampu memberi ketenangan dalam setiap kerinduan yang menghampiri.
Kata banyak orang, masa lalu jangan terlalu di kenang, yang lalu biarlah berlalu. Pikirkan yang akan dilalui secara matang, agar tak kembali seperti kesalahan masa lalu. Tapi bagaimana jika rindu tentang yang lalu tak kunjung padam. Mana mampu kaki ini melangkah untuk kisah yang baru, letih berpikir itu pasti. Diri ini yang labil masih belum mampu menentukan pilihan secara pasti, masih sering berbolak-balik. Karena hati masih tak mau melangkah pergi.
Hai, pengobat rindu yang diciptakan untukku.
Kamu dimana? Aku rindu, aku butuh kamu.
Kamu yang selalu aku sebut dalam setiap harapku, agar kita segera bertemu.
Kamu yang tak ku-ketahui keberadaanmu, entah dekat atau jauh. Segeralah mengakui dirimu, sebagai pengobat rinduku.
Jika kamu jauh, segeralah mendekat dan katakan kamu diciptakan untuk mengobati rinduku yang mendalam.
Jika kamu dekat, segera ungkapkan bahwa kamu hadir untuk memberi kenyaman di setiap rinduku yang tak tertahankan.
Bulan dan Bintang sampaikan rinduku kepada-Nya.
Katakan pula kepada-Nya aku menunggu kejutan paling indah yang telah Ia siapkan untukku.😊
Salam termanis dari Uttie Voleta.
Salam termanis dari Uttie Voleta.


0 komentar:
Posting Komentar