Sabtu, 27 Februari 2021

A&N (Part 4)


 Enggak jarang perdebatan-perdebatan muncul dalam chat room kita Arn. Perdebatan kecil yang sebenernya enggak penting.

"Lemot amat you" 
Katamu waktu itu. Aku-pun hanya tertawa. Arn denganmu bahagia semudah itu. 

Tentangmu mungkin tak seharusnya aku tulis di sini.
Dunia tak mengijinkan aku untuk mengenangmu dalam sebuah tulisan.

Hari ini aku menyudahi semuanya.
Menyudahi perasaan dan semua tulisan tentangmu. Setelah ini masih ada 1 part lagi, aku menulis sudah beberapa minggu yang lalu. Di part ini aku menutupnya, terimakasih untuk semuanya.

261220
(Semua chatroom telah hilang, bye)

Rabu, 17 Februari 2021

A&N (Part 3)




Hari-hari di akhir tahun lalu sepertinya terasa menyenangkan. Ketika notif dari kamu sering muncul pada telepon selulerku. Berbicara tentang hal yang tidak penting, dan sekedar spam emoticon. Bercanda tentang hal yang random, kesepakatan untuk membolos kelas ataupun kesepakatan tidak mengerjakan tugas. Hal kecil yang membahagiakan. Manusia paling enggan untuk prepare, dan paling bingung jika masalah datang. Aneh kamu Arn, jika kamu benar-benar menyebut manusia paling santai seharusnya ketika masalah datang-pun kamu tetap santai bukan bingung sendiri.

"Aku santai Nad, karena ayahku pernah berkata "bisa saja beban yang kau tanggung itu menyelamatkanmu, jadi seberat apapun bebanmu tetap ucapkan alhamdulillah""

Setiap nasehat-nasehat singkat yang kamu sampaikan selalu bisa membuatku terharu Arn. Kamu tau, setiap nasehat yang kamu ucapkan selalu mampu mendinginkan hatiku yang memanas Arn. Aku tau ini salah, maaf Arn.

Arn aku menyukai saat kamu menceritakan tentang keluargamu, teman-temanmu, dan nasehat-nasehat yang selalu kamu pegang. Dan lali Arn, benar katamu waktu itu "Manusia tidak bisa dinilai dari luarnya saja". Arn aku tau itu, tapi untuk mengetahui banyak hal tentang kamu yang tidak diketahui oleh orang lain itu adalah sebuah kebanggaan untukku. Yaaa, walau aku tau ada hal yang tidak aku ketahui namun diketahui oleh orang lain. 

Minggu, 07 Februari 2021

A&N (Part 2)



 "Arn, kan aku sudah bilang. Bukan aku yang protes dengan sifat dan sikapmu"

"Iya Nad, aku tau. Tapi disaat kamu mampu berkata seperti itu, bukankah kamu telah mengetahui siapa orangnya? Oleh karena itu aku memberitahumu gimana caraku berteman"

Cukup diam dan menunduk, untuk menatap matanya saja aku tak mampu. Pikiranku terselimuti rasa bersalah, kenapa aku berkata seperti itu? apakah aku melukai hatinya? 

"Iya, Maaf" 
Bingung harus berkata apa lagi, dan hanya dua kata itu yang mampu keluar dari mulutku.

"Nad, seorang Rasul yang akhlaknya sempurna saja masih ada yang membenci, masih ada yang memusuhi. Apalagi kita Nad? Kita hanya manusia biasa yang hidup diakhir zaman."

Sejenak saling diam, menikmati jalan pikiran masing-masing. Mendengarkan suara logika dan hati masing-masing. 

"Hidup yang dibuat ribet"
Ucapnya singkat.

Dalam hal pertemanan dia selalu menjadi orang paling santai, orang paling bodo amat. Tidak hanya pertemanan sebenarnya, ada banyak hal lain. 

"Aku telah membuat kesalahan"

Kalimat singkat yang kamu sampaikan melalui chat room mampu membuatku khawatir, Tuhan ada apa lagi? dan bodohnya aku bertanya tentang keadaanmu, yang sudah jelas sedang tidak baik-baik saja. Tapi karena khawatir aku sendiri tak mampu mengendalikan diri.

"Apakah kamu baik-baik saja?

"Aku merasa bersalah" jawab singkat Arn

"Gapapa Arn, kan sudah terjadi. Mau gimana lagi?"
Diam, Hanya diam.
Aku-pun memberi balasan tambahan

"Buat pelajaran kedepannya saja, Ayo semangat. Ini bukan akhir dari perjalanan hidupmu"

"Huuu kahhh, enggak enak ke temen-temen"

Itulah kamu Arn, kamu bodo amat dengan mereka yang membencimu. Tapi kamu akan berubah menjadi orang yang enggak enakan ketika bersama temen baikmu. Arn jangan sedih lagi, percayalah semua akan baik-baik saja. 

Jika aku berada di dekatmu Arn. Bolehkah aku memelukmu, memberikan ketenangan untukmu Arn. Tapi hari sudah malam, maaf Arn. Maaf tidak bisa hadir di sampingmu.






















121119


About me


Saya menulis sebab sering diserang perasaan ingin berada di sini, di sana, dan di mana-mana sekaligus

-Mutia Aris Pradina-

Mutia Aris Pradina

Seorang wanita penikmat kopi dan sayur bening yang lahir pada bulan Juni. Juga seorang penyuka langit, bintang, hujan, dan senja. Sangat benci dengan kata "Oh dan Hmm" ♥