Hari-hari di akhir tahun lalu sepertinya terasa menyenangkan. Ketika notif dari kamu sering muncul pada telepon selulerku. Berbicara tentang hal yang tidak penting, dan sekedar spam emoticon. Bercanda tentang hal yang random, kesepakatan untuk membolos kelas ataupun kesepakatan tidak mengerjakan tugas. Hal kecil yang membahagiakan. Manusia paling enggan untuk prepare, dan paling bingung jika masalah datang. Aneh kamu Arn, jika kamu benar-benar menyebut manusia paling santai seharusnya ketika masalah datang-pun kamu tetap santai bukan bingung sendiri.
"Aku santai Nad, karena ayahku pernah berkata "bisa saja beban yang kau tanggung itu menyelamatkanmu, jadi seberat apapun bebanmu tetap ucapkan alhamdulillah""
Setiap nasehat-nasehat singkat yang kamu sampaikan selalu bisa membuatku terharu Arn. Kamu tau, setiap nasehat yang kamu ucapkan selalu mampu mendinginkan hatiku yang memanas Arn. Aku tau ini salah, maaf Arn.
Arn aku menyukai saat kamu menceritakan tentang keluargamu, teman-temanmu, dan nasehat-nasehat yang selalu kamu pegang. Dan lali Arn, benar katamu waktu itu "Manusia tidak bisa dinilai dari luarnya saja". Arn aku tau itu, tapi untuk mengetahui banyak hal tentang kamu yang tidak diketahui oleh orang lain itu adalah sebuah kebanggaan untukku. Yaaa, walau aku tau ada hal yang tidak aku ketahui namun diketahui oleh orang lain.


0 komentar:
Posting Komentar