Kepercayaan seseorang ibarat kertas sekali diremas tidak
akan kembali sempurna.
Itu adalah prinsip yang kuyakini selama ini dalam menjalin
sebuah “Long Distance Relationship”.
Pernah suatu waktu aku bertemu dengan seseorang yang sangat
ingin kuberi sebuah kertas, kertas yang tidak semua orang menginginkannya dan
tidak semua orang akan kuberi.
Dalam hati bertanya apakah benar bila kuberikan kertas ini
padanya?
Apakah nantinya dia akan menjaga dengan baik kertasku ini ?
Waktu demi waktu berlalu ku coba untuk memberikan kertas ini
padanya, namun ternyata dia menolaknya, dalam benakku bergumam mungkin kertasku belum cukup bagus
untuk ia terima dan ditulis oleh pena miliknya.
Waktu kembali berlalu kecoba untuk kembali memberikan sebuah
kertas yang lebih baik, kembali dia menolak kertas ini, kembali aku berpikir
apakah sebenarnya dia hanya sekedar bermain. Kutepis pikiran negatif dan tetap
berharap suatu saat dia mau menerima kertas ini.
Untuk yang ketiga kalinya kuberikan kertas terbaik berharap
dia mau menerima dan dia mau menulis sebuah cerita dengan kertas tersebut.
Tetapi ekspektasi tak akan sesuai realita, kembali dia menolak dan tanpa dia
tahu kuletakkan kertasku di pintu rumahnya.
Saat aku kembali untuk mengambil kertas itu untuk aku
berikan kepada orang lain, dia meminta kertas yang telah lama aku tinggalkan di
pintu rumahnya, kertas tersebut menjadi lusuh, kotor dan tidak layak untuk dipakai
menulis sebuah cerita.
Tanpa sepengetahuan dia kubenahi kertas tersebut kurawat dan
berharap suatu saat jika aku berikan kertas ini lagi padanya akan lebih baik
dan bisa digunakan untuk menulis sebuah cerita.
Pena mungkin akan rusak bila tidak pernah digunakan, banyak
kertas yang ingin ditulis oleh pena istimewa tersebut. Hingga suatu saat aku
kembali memberikan kertas tersebut tetapi ternyata pena tersebut telah menulis
sebuah ceritanya sendiri dengan kertas yang mungkin menurutnya lebih bagus.
#Baikaba
#Baikaba

