Rabu, 21 Maret 2018

Sebuah Kertas dan Pena

Kepercayaan seseorang ibarat kertas sekali diremas tidak akan kembali sempurna.
Itu adalah prinsip yang kuyakini selama ini dalam menjalin sebuah “Long Distance Relationship”.

Pernah suatu waktu aku bertemu dengan seseorang yang sangat ingin kuberi sebuah kertas, kertas yang tidak semua orang menginginkannya dan tidak semua orang akan kuberi. 
Dalam hati bertanya apakah benar bila kuberikan kertas ini padanya?
Apakah nantinya dia akan menjaga dengan baik kertasku ini ?
Waktu demi waktu berlalu ku coba untuk memberikan kertas ini padanya, namun ternyata dia menolaknya, dalam benakku  bergumam mungkin kertasku belum cukup bagus untuk ia terima dan ditulis oleh pena miliknya.
Waktu kembali berlalu kecoba untuk kembali memberikan sebuah kertas yang lebih baik, kembali dia menolak kertas ini, kembali aku berpikir apakah sebenarnya dia hanya sekedar bermain. Kutepis pikiran negatif dan tetap berharap suatu saat dia mau menerima kertas ini.
Untuk yang ketiga kalinya kuberikan kertas terbaik berharap dia mau menerima dan dia mau menulis sebuah cerita dengan kertas tersebut. Tetapi ekspektasi tak akan sesuai realita, kembali dia menolak dan tanpa dia tahu kuletakkan kertasku di pintu rumahnya.
Saat aku kembali untuk mengambil kertas itu untuk aku berikan kepada orang lain, dia meminta kertas yang telah lama aku tinggalkan di pintu rumahnya, kertas tersebut menjadi lusuh, kotor dan tidak layak untuk dipakai menulis sebuah cerita.
Tanpa sepengetahuan dia kubenahi kertas tersebut kurawat dan berharap suatu saat jika aku berikan kertas ini lagi padanya akan lebih baik dan bisa digunakan untuk menulis sebuah cerita. 
Pena mungkin akan rusak bila tidak pernah digunakan, banyak kertas yang ingin ditulis oleh pena istimewa tersebut. Hingga suatu saat aku kembali memberikan kertas tersebut tetapi ternyata pena tersebut telah menulis sebuah ceritanya sendiri dengan kertas yang mungkin menurutnya lebih bagus.

#Baikaba

About me


Saya menulis sebab sering diserang perasaan ingin berada di sini, di sana, dan di mana-mana sekaligus

-Mutia Aris Pradina-

Mutia Aris Pradina

Seorang wanita penikmat kopi dan sayur bening yang lahir pada bulan Juni. Juga seorang penyuka langit, bintang, hujan, dan senja. Sangat benci dengan kata "Oh dan Hmm" ♥