Kamis, 04 November 2021

A&N (end)




Tidak ada yang tau kapan perasaan bisa condong ke seseorang, dan tidak ada yang mampu mengendalikan. Arn, beberapa hari yang lalu disaat kamu memposting foto seorang perempuan entah kenapa rasanya tidak nyaman. Seperti ada bagian diriku yang merasakan sakit, Arn maaf. Aku baru menyadari pada saat itu, dan aku tidak dapat mengendalikannya. Yakinlah Arn, secepatnya semua itu akan menghilang. Maaf Arn.

Inginku mendiamkanmu, memberi jarak. Tapi nyatanya aku tak mampu Arn.

"Malam Minggu nggak keluar sama temen-temenmu"
"Enggak, mereka lagi kerja"

"Kan kamu bisa ngajak adekmu"
"Anaknya kerja bro"

Dari sinilah aku mulai merasakan kembali ketidak nyamanan. Arn yang aku sebut sebagai "adik" itu adik kandungmu. Bukan ia yang sedang kamu harapkan. Arn tidak mungkin aku terjun dalam rasa sakit yang aku buat sendiri. Arn aku tidak akan melakukan hal seperti itu. Tapi mingkin dengan kamu menceritakannya, aku jadi sadar bahwa aku harus segera menghapus perasaan yang seharusnya tak ada. 

Disaat aku menulis part 1 aku sudah mulai terbiasa Arn. Terbiasa diabaikan olehmu, terbiasa menjauh darimu, dan rasa itu semakin menghilang Arn. Maaf Arn jika tulisan ini mengganggumu, maaf aku membutuhkan tempat cerita dan aku tidak ingin bercerita pada manusia Arn. Aku tidak tau kepada siapa aku harus bercerita, selain pada Tuhan dan tulisan ini.

Maaf dan terimakasih 
Sukses selalu ya Arn,

Sabtu, 27 Februari 2021

A&N (Part 4)


 Enggak jarang perdebatan-perdebatan muncul dalam chat room kita Arn. Perdebatan kecil yang sebenernya enggak penting.

"Lemot amat you" 
Katamu waktu itu. Aku-pun hanya tertawa. Arn denganmu bahagia semudah itu. 

Tentangmu mungkin tak seharusnya aku tulis di sini.
Dunia tak mengijinkan aku untuk mengenangmu dalam sebuah tulisan.

Hari ini aku menyudahi semuanya.
Menyudahi perasaan dan semua tulisan tentangmu. Setelah ini masih ada 1 part lagi, aku menulis sudah beberapa minggu yang lalu. Di part ini aku menutupnya, terimakasih untuk semuanya.

261220
(Semua chatroom telah hilang, bye)

Rabu, 17 Februari 2021

A&N (Part 3)




Hari-hari di akhir tahun lalu sepertinya terasa menyenangkan. Ketika notif dari kamu sering muncul pada telepon selulerku. Berbicara tentang hal yang tidak penting, dan sekedar spam emoticon. Bercanda tentang hal yang random, kesepakatan untuk membolos kelas ataupun kesepakatan tidak mengerjakan tugas. Hal kecil yang membahagiakan. Manusia paling enggan untuk prepare, dan paling bingung jika masalah datang. Aneh kamu Arn, jika kamu benar-benar menyebut manusia paling santai seharusnya ketika masalah datang-pun kamu tetap santai bukan bingung sendiri.

"Aku santai Nad, karena ayahku pernah berkata "bisa saja beban yang kau tanggung itu menyelamatkanmu, jadi seberat apapun bebanmu tetap ucapkan alhamdulillah""

Setiap nasehat-nasehat singkat yang kamu sampaikan selalu bisa membuatku terharu Arn. Kamu tau, setiap nasehat yang kamu ucapkan selalu mampu mendinginkan hatiku yang memanas Arn. Aku tau ini salah, maaf Arn.

Arn aku menyukai saat kamu menceritakan tentang keluargamu, teman-temanmu, dan nasehat-nasehat yang selalu kamu pegang. Dan lali Arn, benar katamu waktu itu "Manusia tidak bisa dinilai dari luarnya saja". Arn aku tau itu, tapi untuk mengetahui banyak hal tentang kamu yang tidak diketahui oleh orang lain itu adalah sebuah kebanggaan untukku. Yaaa, walau aku tau ada hal yang tidak aku ketahui namun diketahui oleh orang lain. 

Minggu, 07 Februari 2021

A&N (Part 2)



 "Arn, kan aku sudah bilang. Bukan aku yang protes dengan sifat dan sikapmu"

"Iya Nad, aku tau. Tapi disaat kamu mampu berkata seperti itu, bukankah kamu telah mengetahui siapa orangnya? Oleh karena itu aku memberitahumu gimana caraku berteman"

Cukup diam dan menunduk, untuk menatap matanya saja aku tak mampu. Pikiranku terselimuti rasa bersalah, kenapa aku berkata seperti itu? apakah aku melukai hatinya? 

"Iya, Maaf" 
Bingung harus berkata apa lagi, dan hanya dua kata itu yang mampu keluar dari mulutku.

"Nad, seorang Rasul yang akhlaknya sempurna saja masih ada yang membenci, masih ada yang memusuhi. Apalagi kita Nad? Kita hanya manusia biasa yang hidup diakhir zaman."

Sejenak saling diam, menikmati jalan pikiran masing-masing. Mendengarkan suara logika dan hati masing-masing. 

"Hidup yang dibuat ribet"
Ucapnya singkat.

Dalam hal pertemanan dia selalu menjadi orang paling santai, orang paling bodo amat. Tidak hanya pertemanan sebenarnya, ada banyak hal lain. 

"Aku telah membuat kesalahan"

Kalimat singkat yang kamu sampaikan melalui chat room mampu membuatku khawatir, Tuhan ada apa lagi? dan bodohnya aku bertanya tentang keadaanmu, yang sudah jelas sedang tidak baik-baik saja. Tapi karena khawatir aku sendiri tak mampu mengendalikan diri.

"Apakah kamu baik-baik saja?

"Aku merasa bersalah" jawab singkat Arn

"Gapapa Arn, kan sudah terjadi. Mau gimana lagi?"
Diam, Hanya diam.
Aku-pun memberi balasan tambahan

"Buat pelajaran kedepannya saja, Ayo semangat. Ini bukan akhir dari perjalanan hidupmu"

"Huuu kahhh, enggak enak ke temen-temen"

Itulah kamu Arn, kamu bodo amat dengan mereka yang membencimu. Tapi kamu akan berubah menjadi orang yang enggak enakan ketika bersama temen baikmu. Arn jangan sedih lagi, percayalah semua akan baik-baik saja. 

Jika aku berada di dekatmu Arn. Bolehkah aku memelukmu, memberikan ketenangan untukmu Arn. Tapi hari sudah malam, maaf Arn. Maaf tidak bisa hadir di sampingmu.






















121119


Rabu, 27 Januari 2021

A&N (Part 1)


 

Angin berhembus sejuk, dan langit berawan teduh. Duduk di ujung taman ditemani secangkir cappucino dan sebuah novel membuatku cukup nyaman. Mata jauh memandang taman hijau dengan background gedung pencakar langit yang berjajar rapi. Sejenak bayang-bayang seseorang terlintas di kepala,

"Tolong temani aku menyelesaikan semua ini"

tanpa berpikir panjang  aku pun me-Iyakan permintaannya. Bayangan orang itu terlalu sering datang tanpa ucap permisi. Seorang laki-laki yang aku kagumi, entah sejak kapan. Awalnya aku hanya ingin menjadikannya teman, tapi waktu menjadikanku untuk selalu ada di sampingnya. Walau ia tak melakukan hal sama kepadaku.

"Aku berteman tidak pilih-pilih, seorang bajingan pun akan aku jadikan teman jika ia pantas untuk dijadikan teman. Lebih baik berteman dengan seorang bajingan daripada dengan orang yang luarnya baik tapi aslinya munafik. Hidup sudah rumit, jangan ditambah rumit apalagi cuma perihal teman. Kalau mau menerimaku menjadi teman ya terima aku apa adanya. Yang aku butuhkan seseorang yang bisa menerima aku, bukan sekedar baik tapi menusukku dari belakang"

"Arn, kan aku sudah bilang. Bukan aku yang protes dengan sifat dan sikapmu"

Aku merasa semua kalimat yang ia sampaikan ditujukan kepadaku. Oh Tuhan kesalahpahaman apa lagi ini.










111119

Senin, 18 Januari 2021

Bergantung Digantung




Menyenangkan sekali bermain dengan hati, memberi harap lalu meninggalkan. Dengan tenang datang dan pergi sesuka hati, mungkin kamu tidak pernah menyadari ada hati yang sedang terluka karenamu. Ada seorang perempuan yang mencoba menguatkan hatinya untuk menjauh darimu, dan disaat dia mulai lupa dengan keberadaanmu, kamu datang kembali. Datang dengan membawa seonggok harapan yang tidak mungkin ditolak. Perempuan bodoh itu mulai menerimamu kembali, mulai peduli denganmu lagi, mulai menuliskan kembali namamu dalam list orang-orang penting dalam hidupnya. Dan setelah itu, setelah kamu melambungkan harapnya begitu tinggi. Kamu menjatuhkannya kembali, dengan sekedar memperlihatkan bahwa kamu sedang bersama perempuan lain. Jika kamu masih terus seperti ini, kamu tidak pantas untuk disebut laki-laki. Kamu tau hati perempuan seperti apa, tapi masih suka bermain-main. Kamu tau, tapi kamu masih melukai. Dengan alibi bahwa perempuan-perempuan itulah yang terlalu menggunakan perasaan. Iya, benar memang. Perempuan-perempuan itu penuh perasaan dan kamu sama sekali tidak memiliki perasaan.
Cowok, paling suka menebar janji tanpa ada usaha untuk menepati.

Tuhan mempertemukan tidak selalu berakhir mempersatukan, bisa jadi hanya untuk ujian kesabaran. Atau Tuhan iri ciptaannya lebih berharap pada sesamanya dari pada penciptanya. Tuhan punya alur yang terbaik, Tuhan ialah sutradara terbaik untuk cerita hidup manusia.

It's Okay to Not Be Okay

Untuk seorang perempuan yang hanya mampu berharap dalam diam, dan terluka dalam diam. Baginya air mata ialah satu-satunya yang mampu menguatkan. Jika kamu perempuan, yakinlah kamu kuat menghadapi segalanya. Luka dan harap yang sering menghampirimu jangan sampai merubahmu menjadi perempuan yang tak berperasaan. Dan bila kamu laki-laki, percayalah tidak semua perempuan suka menyakiti. Kamu hanya salah berharap, dan tidak menyadari jika ada perempuan yang tulus menyayangimu dan peduli denganmu.

Selamat Malam 

Kamis, 07 Januari 2021

Tidak Dipersilahkan Masuk



Menerima dan memberi adalah hal yang dianggap wajar. Tapi menikmati keindahan tanpa turut menjaga merupakan sebuah kepuasan. Bunga yang indah berawal dari bunga kuncup, dan berakhir dengan bunga yang layu kemudian gugur. Dari satu sisi semua tampak indah, tapi kita tak pernah tau bagaimana jika dipandang dari sisi lain. Apakah masih tampak indah? atau penuh luka?

Manusia sering beranggapan apa yang dilakukan merupakan hal baik, padahal mereka tidak tau ada atau tidak manusia lain yang merasa sakit. Sakit bukan hanya perihal fisik, tapi bisa mental ataupun hati. Sering kali ucapan dan perlakuan yang secara tidak langsung melukai mental dan hati. Yang terluka hanya mampu diam, tanpa menjelaskan. Karena untuk bertahan dalam hubungan yang tetap baik ia harus rela untuk menahan rasa sakit, dan sayangnya hal itu tidak disadari oleh semua manusia. 

Keindahan tidak akan abadi, ia akan digantikan dengan hal yang kurang nyaman dipandang. Kebahagiaan juga tidak kekal, ia akan digantikan tangis. Hidup dalam sebuah ketidak jelasan memang melelahkan, tapi jika tidak merasakan lelah kapan manusia akan belajar bersabar? Tuhan lebih tau alur ceritanya, tentang siapa yang menemanimu sampai akhir, siapa yang menjadi tempatmu pulang, dan menjadikanmu rumah untuk berlindung serta mencari kenyamanan. 

2020, hingga tahun ini banyak hal  yang kita lalui bersama. Tapi hati belum merasa cukup, masih ada yang berongga didalam hati. Tentang kamu yang nyaman bermain-main dengan perasaan, dan aku yang terlalu bersabar untuk bertahan denganmu. Sudah ke-sekian kalinya kamu tiba-tiba menghilang, dan kemudian datang kembali. Mungkin tampak luar hati baik-baik saja, tapi siapa tau didalamnya hancur.

About me


Saya menulis sebab sering diserang perasaan ingin berada di sini, di sana, dan di mana-mana sekaligus

-Mutia Aris Pradina-

Mutia Aris Pradina

Seorang wanita penikmat kopi dan sayur bening yang lahir pada bulan Juni. Juga seorang penyuka langit, bintang, hujan, dan senja. Sangat benci dengan kata "Oh dan Hmm" ♥