Menyenangkan sekali bermain dengan hati, memberi harap lalu meninggalkan. Dengan tenang datang dan pergi sesuka hati, mungkin kamu tidak pernah menyadari ada hati yang sedang terluka karenamu. Ada seorang perempuan yang mencoba menguatkan hatinya untuk menjauh darimu, dan disaat dia mulai lupa dengan keberadaanmu, kamu datang kembali. Datang dengan membawa seonggok harapan yang tidak mungkin ditolak. Perempuan bodoh itu mulai menerimamu kembali, mulai peduli denganmu lagi, mulai menuliskan kembali namamu dalam list orang-orang penting dalam hidupnya. Dan setelah itu, setelah kamu melambungkan harapnya begitu tinggi. Kamu menjatuhkannya kembali, dengan sekedar memperlihatkan bahwa kamu sedang bersama perempuan lain. Jika kamu masih terus seperti ini, kamu tidak pantas untuk disebut laki-laki. Kamu tau hati perempuan seperti apa, tapi masih suka bermain-main. Kamu tau, tapi kamu masih melukai. Dengan alibi bahwa perempuan-perempuan itulah yang terlalu menggunakan perasaan. Iya, benar memang. Perempuan-perempuan itu penuh perasaan dan kamu sama sekali tidak memiliki perasaan.
Cowok, paling suka menebar janji tanpa ada usaha untuk menepati.
Tuhan mempertemukan tidak selalu berakhir mempersatukan, bisa jadi hanya untuk ujian kesabaran. Atau Tuhan iri ciptaannya lebih berharap pada sesamanya dari pada penciptanya. Tuhan punya alur yang terbaik, Tuhan ialah sutradara terbaik untuk cerita hidup manusia.
It's Okay to Not Be Okay
Untuk seorang perempuan yang hanya mampu berharap dalam diam, dan terluka dalam diam. Baginya air mata ialah satu-satunya yang mampu menguatkan. Jika kamu perempuan, yakinlah kamu kuat menghadapi segalanya. Luka dan harap yang sering menghampirimu jangan sampai merubahmu menjadi perempuan yang tak berperasaan. Dan bila kamu laki-laki, percayalah tidak semua perempuan suka menyakiti. Kamu hanya salah berharap, dan tidak menyadari jika ada perempuan yang tulus menyayangimu dan peduli denganmu.
Selamat Malam


0 komentar:
Posting Komentar