Senin, 14 Januari 2019

Harapan Baru

📷loc: Taman Botani, Jember
Assalamualaikum Wr. Wb.
Terima kasih untuk teman-teman yang masih bersedia membaca coretan saya di blog ini. Judul postingan kali ini "Harapan Baru", awalnya ingin memberi judul "Harapan" tapi di postingan sebelumnya sudah menggunakan judul itu. Tulisan ini berkaitan langsung dengan kehidupan nyata, tentang sebuah harapan yang muncul lalu di patahkan, tentang harapan yang baru di tahun yang baru.

Staat memandang harapan merupakan ekspektasi yang berinteraksi dengan pengharapan untuk mewujudkan kemungkinan dan pengaruh pada tujuan yang dicapai(J. Lopez, 2009: 487). Jadi kita bisa menyebut harapan sebagai hal yang hanya terwujud dalam ekspektasi saja. Ekspektasi yang lahir pada diri manusia memang tak terbatas, namun setiap individu harus mampu membatasi perkembangan ekspektasi yang muncul.  Hal ini untuk menghindari dari rasa kecewa dan penyesalan diri yang berlebih. Terlalu tingginya ekspektasi bisa memunculkan kecewa yang tinggi pula.

Begitu pula dengan kalian yang sekarang menginjak masa remaja, jangan terlalu berharap pada seseorang untuk menjadi pasangan hidup. Sekarang banyak sekali muda-mudi menitipkan harapan hidupnya kepada orang lain, berharap seseorang menjadi pasangan hidupnya kelak. Padahal harapan itu hanya akan membuat kalian terjatuh. Daripada menitipkan harapan ke seseorang kenapa tidak mencoba menitipkan harapan pada pencipta kalian? Menitipkan harapan pada yang pasti bukan hanya sekedar ekspektasi.

Pencipta kalian lebih tau tentang apa yang kalian butuhkan, tentang apa harus kalian dapatkan, bukan sekedar tentang apa yang kalian inginkan. Berpikirlah luas untuk ke depannya, jangan hanya memikirkan zona nyaman yang kalian rasakan sekarang. Kata peribahasa, Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ketepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Ada saatnya kalian harus menikmati lelahnya berusaha untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. 

Untuk kalian perempuan jangan mudah baper, baper-mu akan membawamu ke rasa sakit akibat kecewa. Dan laki-laki jangan mudah menyebar perhatian, cukup satu orang. Perhatianmu yang berlebih mengundang rasa kecewa yang berlebih juga. Cukup saling memantaskan diri, jangan baper dan caper disana-sini. 

About me


Saya menulis sebab sering diserang perasaan ingin berada di sini, di sana, dan di mana-mana sekaligus

-Mutia Aris Pradina-

Mutia Aris Pradina

Seorang wanita penikmat kopi dan sayur bening yang lahir pada bulan Juni. Juga seorang penyuka langit, bintang, hujan, dan senja. Sangat benci dengan kata "Oh dan Hmm" ♥