Sabtu, 08 Desember 2018

Harapan

     Kata orang "Berharaplah setinggi langit, jika nanti jatuh supaya tidak terlalu ke bawah". Kalau dipikirkan ulang, bukannya jatuh pasti menyentuh tempat yang paling bawah, kalau belum menyentuh tempat yang paling bawah mungkin masih bisa disebut melayang.
    Boleh berharap, tapi jangan memaksa harapan itu benar-benar terwujud. Tugas manusia hanya berencana, berusaha dan berdoa untuk hasilnya biar Tuhan yang menentukan. Entah itu sesuai atau tidak sesuai dengan harapan, yang pasti semua yang terjadi adalah yang terbaik. Terbaik untuk sekarang maupun masa depan.
     Jangan sekali-kali menggantungkan sebuah harapan pada manusia lain, nanti sakit. Sakit karena kecewa, sakit karena terluka, dan sakit karena dijatuhkan. Gantung harapanmu pada Tuhan, yang maha sempurna. Manusia tidak ada yang sempurna, akan ada saatnya dia menghempaskan harapan yang telah kamu gantungkan pada mereka. 
    Harapan itu akan indah pada saatnya, saat kamu meletakkan pada tempat yang tepat. 

Minggu, 30 September 2018

Senyum

Senja telah menghilang dari sudut mata memandang, tergantikan oleh bulan dan bintang serta gelapnya awan dimalam hari. Dingin pun turut ambil bagian, menusuk tulang punggung yang mulai membungkuk. Disudut ruang yang sunyi, seseorang sedang membungkuk serius tak mau di ganggu. Bermain dengan Algoritma kehidupan yang harus segera terselesaikan, untuk di bawa esok pagi di peraduan. 

Gelap semakin pekat, ia pun mulai terlelap. Menikmati mimpi-mimpi yang datang dalam setiap ruang tidurnya. Hingga ia tersadarkan hari mulai pagi, dan fajar mulai menyambut untuk semangat yang baru. Sejenak ia duduk melamun menikmati fajar, lalu ia bergumam "Selamat Pagi Fajar" bersamaan dengan senyum yang indah terukir dari bibirnya. 

Senyum yang indah tak pernah pergi dari wajah tampannya, berbagi kebahagiaan dan energi positif kepada orang-orang yang berpapasan dengannya. Senyum yang terukir sangat menawan, memancarkan rona bahagia yang begitu besar. Hingga tak ada yang tahu, disudut hati terdalamnya menyimpan rasa sedih, rasa sakit, luka dan kecewa yang begitu dalam.  Ada banyak ragu akibat semua rasa yang tersimpan, ia tak yakin apa langkah yang ia ambil sudah benar, jika sudah benar kenapa begitu banyak orang mengabaikannya, tak sekedar itu, ketika ia mencoba peduli terhadap orang lain, selalu mendapat penolakan. Ketika ia mencoba untuk menjadi yang terbaik, ia segera dijatuhkan. Dia pemilik senyum terindah selalu berpikir, adakah orang yang mau berteman dengannya, masihkah ada orang yang mau peduli dengannya. 

Hingga suatu saat ia bertemu dengan seseorang, mereka berhubungan dengan baik. Begitulah kisah yang dramatis.  Saling peduli dan mengingatkan, tak ada yang saling mengabaikan. Saling menguatkan dan saling mendukung setiap keputusan yang ada. Ada harap yang terlalu tinggi muncul beriringan dengan kebersamaan mereka. Tak ada yang tahu tentang kisah seseorang, diri sendiri pun tak akan tahu bagaimana kisah hidupnya akan berakhir. Semua hanya bisa berharap.

Tetap ingat batasan diri, jika kamu menciptakan harapan yang terlalu tinggi, maka bersiaplah untuk jatuh dengan rasa sakit yang menjadi-jadi. Karena yang di atas akan turun ke bawah, dan yang di bawah angkat bangkit dan berada di posisi atas. Jangan rapuh, tetap semangat dan selalu bersyukur.

Terima Kasih,,,

Senin, 16 Juli 2018

Masih dengan Cerita yang Sama

Masih tentang Rindu,
Rindu untuk kamu yang belum pernah aku temui,
Entah bagaimana hal ini bisa terjadi,
Kamu singgah sejenak pada diri ini melalui cerita singkat hidupmu,
Kamu orang baru tapi entah kenapa aku langsung saja mempercayaimu,
Apakah aku terlalu kesepian? Sehingga terlalu mudah untuk  percaya dengan orang baru,

Kisahmu memberiku banyak pelajaran,
Tentang perjalanan hidup yang harus berani mengambil risiko,
Kamu orang tergila yang pernah aku dengar,
Tentang kisahmu,
Tentang hari pertama kita saling berbicara, kamu  menceritakan kesedihan yang sedang kamu rasakan,
Nyaman, itu yang aku rasakan ketika kamu menceritakan kisah hidupmu,
Mungkinkah aku terlalu bodoh, merasa nyaman berkomunikasi denganmu yang sama sekali belum pernah bertemu dengamu,
Dan kini aku Rindu saat-saat itu,
Saat dimana aku mendengar cerita tentang perjalanan hidupmu,
Jatuh bangunnya hidupmu, masa sulitmu, masa tergilamu, dan masa dimana kamu menemukanku.

Semua itu sungguh menarik bagiku,
Namun kini hanya tersisa Rindu yang bisa aku nikmati,
Kamu hilang entah kemana.

Di hari-hari terakhir sebelum kamu menghilang,
Kamu berkata ingin sendiri, 
yah,,, mungkin aku terlalu mengganggumu,
Maaf,,, dan itu kata yang terlalu sering aku ucapkan untukmu,
Aku tahu, mungkin kamu mulai lelah dan bosan.
Jangan kamu paksa untuk menjalani sendiri, berbagilah. Aku siap menjadi tempat kamu berbagi.
Jangan lagi menghilang, kamu hanya membuatku semakin khawatir.


Rabu, 04 Juli 2018

Cerita Baru

Sebuah cerita baru, setelah sekian lama menikmati perjalanan panjang. Rindu memang, rindu tentang tulisan bodoh. Rindu tentang sebuah kisah canda dan tawa, tangis pada kisah cinta, dan cerita bahagia tentang persahabatan. Hingga malam ini, senja yang telah lenyap dari pandangan mata masih saja terlintas. Rinduku semakin kuat, namun obatnya tak kunjung datang. Entah kapan pengobat rindu untukku akan hadir, yang mampu memberi ketenangan dalam setiap kerinduan yang menghampiri.

Kata banyak orang, masa lalu jangan terlalu di kenang, yang lalu biarlah berlalu. Pikirkan yang akan dilalui secara matang, agar tak kembali seperti kesalahan masa lalu. Tapi bagaimana jika rindu tentang yang lalu tak kunjung padam. Mana mampu kaki ini melangkah untuk kisah yang baru, letih berpikir itu pasti. Diri ini yang labil masih belum mampu menentukan pilihan secara pasti, masih sering berbolak-balik. Karena hati masih tak mau melangkah pergi.

Hai, pengobat rindu yang diciptakan  untukku.
Kamu dimana? Aku rindu, aku butuh kamu.
Kamu yang selalu aku sebut dalam setiap harapku, agar kita segera bertemu.
Kamu yang tak ku-ketahui keberadaanmu, entah dekat atau jauh. Segeralah mengakui dirimu, sebagai pengobat rinduku.
Jika kamu jauh, segeralah mendekat dan katakan kamu diciptakan untuk mengobati rinduku yang mendalam.
Jika kamu dekat, segera ungkapkan bahwa kamu hadir untuk memberi kenyaman di setiap rinduku yang tak tertahankan.

Bulan dan Bintang sampaikan rinduku kepada-Nya.
Katakan pula kepada-Nya aku menunggu kejutan paling indah yang telah Ia siapkan untukku.😊


Salam termanis dari Uttie Voleta.

Jumat, 13 April 2018

Sampai Jumpa,

📷Dimas Ramdhani
Dalam sejuk pagi yang menyambut duniaku, aku selalu berharap untuk semua hariku berjalan dengan indah. Melodi dunia mengiringiku dengan jutaan kebahagiaan, bukan menghujani tangis air mata.

Dalam relung dada terdalam, aku memohon untuk berhenti menerima rasa sakit. Sakit yang muncul bukan karena luka, tapi karena logika yang memaksa untuk merasa terluka. Jika logikamu masih berjalan untuk mengatakan semua baik-baik saja, maka semua akan baik-baik saja. Tanpa ada luka dan air mata. 

Jika yang terbaik kini menjadi salah satu sebab kamu ter-sakiti, maka teruslah berjalan ke depan. Menjauh dari semua yang kamu anggap terbaik, terus berjalan tanpa henti. Hingga suatu hari kamu akan menemukan yang lebih baik, dan memang dia yang terbaik untukmu.

Entah itu Jodohmu atau Ajalmu.

Jika Jodohmu yang bertemu denganmu terlebih dahulu, maka suatu saat kamu akan bertemu dengan ajalmu. Itu pasti.
Jika kamu bertemu Ajalmu terlebih dahulu, kamu tidak akan bersatu dengan jodohmu di dunia ini. 

Pertimbangkan,
Semoga suatu saat kita bertemu kembali, dengan segala rasa yang telah pergi. Dipenuhi kebahagiaan tanpa henti. Bersama pilihan yang terbaik.

Selasa, 03 April 2018

Selembar Kertas Bernoda Darah

Kamu tahu bahasa Rindu?
Aku rindu kamu, tapi aku sadar rinduku salah jika aku sampaikan untukmu. Aku bukan lagi manusia di hadapanmu, dan aku tidak lagi ingin membuat masalah dengan orang lain. Aku masih bisa bahagia tanpa kamu, masih bisa bahagia walau memendam rindu untukmu. 

Selembar kertas yang aku simpan untukmu kini ternodai oleh darah yang mengalir dari hidung manisku, inginku suatu saat memberikan kertas itu untukmu. Menulis kisah indah bersama. Namun ternyata itu hanya sebuah angan yang tidak akan bisa terwujud. Sebab itu, aku mulai berjalan mundur. Bukan maksudku untuk menyerah berjalan maju, tapi ada saatnya luka yang penuh darah memaksaku untuk berjalan mundur, agar aku bisa bertahan hidup.

Di luar sana masih banyak orang yang bertahan hidup karena senyumku, jadi aku harus terus tersenyum. Harus terus bertahan walaupun banyak luka yang berdatangan. Luka yang berdatangan merupakan sebuah proses menuju pendewasaan, aku tidak akan berlari dari luka itu. Karena menikmati luka lebih menyenangkan, lebih memberi ketenangan. Bersyukur sekali diri ini masih bisa merasakan rasa sakit, bagaimana jika salah satu dari kalian ada yang mempunyai penyakit tidak bisa merasakan rasa sakit? Mungkin menurut kalian menyenangkan, karena kalian belum pernah merasakan. Coba saja kalian berharap mendapat penyakit tersebut.

Dunia ini penuh dengan drama, banyak orang iri dengan posisi orang lain. Saling iri dengan pendapatan orang lain. Daripada membuang energi untuk iri terhadap orang lain, kenapa tidak mereka gunakan untuk bersyukur. Banyak yang tahu bersyukur itu lebih memberi ketenangan, lebih mengukir banyak senyum tulus.

Walaupun kertas yang telah aku siapkan untuk kita (aku dan kamu) untuk menulis kisah bersama telah ternodai oleh darah, aku tidak pernah khawatir. Aku akan menyiapkan kertas yang baru, yang lebih bersih untuk kita (aku dan dia). Semoga kamu bahagia 😊

Rabu, 21 Maret 2018

Sebuah Kertas dan Pena

Kepercayaan seseorang ibarat kertas sekali diremas tidak akan kembali sempurna.
Itu adalah prinsip yang kuyakini selama ini dalam menjalin sebuah “Long Distance Relationship”.

Pernah suatu waktu aku bertemu dengan seseorang yang sangat ingin kuberi sebuah kertas, kertas yang tidak semua orang menginginkannya dan tidak semua orang akan kuberi. 
Dalam hati bertanya apakah benar bila kuberikan kertas ini padanya?
Apakah nantinya dia akan menjaga dengan baik kertasku ini ?
Waktu demi waktu berlalu ku coba untuk memberikan kertas ini padanya, namun ternyata dia menolaknya, dalam benakku  bergumam mungkin kertasku belum cukup bagus untuk ia terima dan ditulis oleh pena miliknya.
Waktu kembali berlalu kecoba untuk kembali memberikan sebuah kertas yang lebih baik, kembali dia menolak kertas ini, kembali aku berpikir apakah sebenarnya dia hanya sekedar bermain. Kutepis pikiran negatif dan tetap berharap suatu saat dia mau menerima kertas ini.
Untuk yang ketiga kalinya kuberikan kertas terbaik berharap dia mau menerima dan dia mau menulis sebuah cerita dengan kertas tersebut. Tetapi ekspektasi tak akan sesuai realita, kembali dia menolak dan tanpa dia tahu kuletakkan kertasku di pintu rumahnya.
Saat aku kembali untuk mengambil kertas itu untuk aku berikan kepada orang lain, dia meminta kertas yang telah lama aku tinggalkan di pintu rumahnya, kertas tersebut menjadi lusuh, kotor dan tidak layak untuk dipakai menulis sebuah cerita.
Tanpa sepengetahuan dia kubenahi kertas tersebut kurawat dan berharap suatu saat jika aku berikan kertas ini lagi padanya akan lebih baik dan bisa digunakan untuk menulis sebuah cerita. 
Pena mungkin akan rusak bila tidak pernah digunakan, banyak kertas yang ingin ditulis oleh pena istimewa tersebut. Hingga suatu saat aku kembali memberikan kertas tersebut tetapi ternyata pena tersebut telah menulis sebuah ceritanya sendiri dengan kertas yang mungkin menurutnya lebih bagus.

#Baikaba

Sabtu, 10 Februari 2018

Bahasa Rindu


Semanis senyum yang terukir dalam setiap kebahagiaan, sesakit sayatan pisau pada dada. Kamu tahu ada sejuta bahasa Rindu yang telah aku sampaikan untukmu, melalui hujan, melalui angin, dan melalui Dia. Namun kamu tidak pernah menganggap semua itu ada, yang kamu tahu hanya berjalan di atas awan tanpa menghiraukan yang lainnya. 

Ketika diri ini lelah dan mulai beranjak pergi, kamu datang kembali dengan setumpuk kata maaf. Kamu tahu? hati ini masih rapuh menghadapi kamu. Hati ini bimbang untuk kesekian kalinya, dan berakhir menerimamu kembali dalam hidupku. Sejuta luka yang telah kamu torehkan, telah hanyut terbawa aliran rasa peduliku untukmu. Lalu kamu hanya memanfaatkan semua itu ketika kamu kesepian, dan mengabaikanku kembali ketika kamu menemukan suatu yang baru, suatu yang lebih indah, dan sesuatu yang lebih menarik. Kamu datang dan pergi sesuka hati, tanpa permisi, tanpa sepatah kata pergi.

Kenapa saat kamu pergi aku selalu berpikir kalau kamu tidak punya hati, namun akhirnya selalu menerimamu kembali. Logika ini terlalu pandai untuk dibodohi hati, atau hati ini yang memaksa membawa egoku untuk menuju sakit hati kembali?.

Logikaku selalu menolakmu untuk kembali, namun hati berkata lain. Hingga diri ini tidak pernah jauh-jauh dari kata bimbang, sakit hati dan maaf. Mungkin hingga akhir hidupku nanti hanya tiga kata itu yang selalu terngiang dalam memori pikiran dan hatiku.

Untukmu pemberi luka yang abadi.

Kamis, 01 Februari 2018

Rasa Manis yang Lenyap

      
     Bodoh dengan hati, pikiran, dan rasa. Tentang harapan manis namun luka perih yang datang menghampiri. Kamu tahu? perkataan kasarmu menghapus semua kebaikan yang telah kamu lakukan padaku, semua telah hilang tergantikan oleh rasa sakit yang tidak akan terlupakan. Terimakasih telah mencela diriku, dengan itu aku lebih mudah melupakanmu, lebih mudah untuk menghapus semua tentang kamu. Aku tahu kamu masih berharap padanya, aku hanya kamu jadikan sebagai pelampiasan semata. Kamu hilang ketika merasa bosan. Berkatalah sejujurnya jika kamu merindukan dia, jangan hanya melampiaskan padaku. 

     Aku bangga dengan diriku sendiri, dan memang terkadang aku iri dengan orang lain tapi bukan berarti aku harus berubah menjadi orang lain. Lalu kamu, mencelaku karena tidak seperti dia? siapa kamu sehingga harus aku ikuti perkataanmu. Aku memang pernah menaruh hati padamu, namun semenjak saat itu hilang sudah semua rasa untukmu. Kamu bukan yang aku tahu, tentang topengmu yang jatuh atau memang aku yang selalu menganggapmu baik, aku tidak tahu. Aku hanya tahu, semua pemikiranku tentang kamu sudah tidak seperti dulu.

     Untuk kalian yang telah menyadarkan aku, dan yang selalu sabar mengingatkan aku untuk tidak percaya dengan dia. Aku sungguh Terimakasih. Maaf dulu aku tidak mendengarkan kalian, dan kini aku tahu apa yang kalian katakan memang benar.

     Terkadang rasa yang ada di dalam hati tidak harus diikuti, cukup diabaikan saja. Dan melodi tentang rindu lebih baik dirahasiakan, karena tidak semua orang mampu memahami dan mengerti kamu. Bersikap tidak peduli terkadang memang perlu, untuk menghindari rasa sakit dan kecewa.

Selasa, 09 Januari 2018

Akhir yang Sama


      Dia yang pernah tersenyum padamu, bukan berarti selamanya ia akan tersenyum untukmu. Ada saatnya nanti dia membencimu, memandangmu negatif dan menilaimu buruk. Dia hari ini memujimu, esok pagi bisa jadi ia akan menghujatmu. Bersyukurlah dengan yang terjadi sekarang, semua yang berlalu memang yang terbaik tapi belum tentu sikapnya esok lebih baik dari sekarang.
      Seperti mawar yang hari ini tampak segar, esok akan tampak sedikit bintik hitam. Semakin lama semakin banyak bintik hitamnya dan akan berakhir mengering. Sikap dia kepadamu juga bisa berubah seperti itu. Jangan bahagia berlebihan, hal itu hanya akan menimbulkan luka yang mendalam.

Kuncupmu membuatku menanti,
Menanti untuk melihat bagaimana indahmu ketika mekar nanti,
Menunggu dalam ketidakpastian,
Kamu akan mekar atau patah karena tangan nakal.

Jika kamu patah oleh tangan nakal, aku akan bersedih
Harapanku telah pupus.

Jika kamu mampu bertahan dari tangan nakal, aku akan tersenyum
Melihatmu dalam keindahan, adalah kepuasanku
Namun sayang, 
Kepuasan itu hanya sesaat,
Kamu akan layu, kering, dan mati.

Keindahanmu palsu,
Keindahanmu hanya membuatku sakit,
Dengan dua pilihan, sakit di awal atau di akhir
Namun akhirnya tetap sama
Yaitu rasa sakit.

Semua akan menemukan titik akhir, dan itu yang menentukan kamu harus bertahan atau pergi dengan spontan. Membawa rasa sakit dan rasa sayang. 

About me


Saya menulis sebab sering diserang perasaan ingin berada di sini, di sana, dan di mana-mana sekaligus

-Mutia Aris Pradina-

Mutia Aris Pradina

Seorang wanita penikmat kopi dan sayur bening yang lahir pada bulan Juni. Juga seorang penyuka langit, bintang, hujan, dan senja. Sangat benci dengan kata "Oh dan Hmm" ♥