Bodoh dengan hati, pikiran, dan rasa. Tentang harapan manis namun luka perih yang datang menghampiri. Kamu tahu? perkataan kasarmu menghapus semua kebaikan yang telah kamu lakukan padaku, semua telah hilang tergantikan oleh rasa sakit yang tidak akan terlupakan. Terimakasih telah mencela diriku, dengan itu aku lebih mudah melupakanmu, lebih mudah untuk menghapus semua tentang kamu. Aku tahu kamu masih berharap padanya, aku hanya kamu jadikan sebagai pelampiasan semata. Kamu hilang ketika merasa bosan. Berkatalah sejujurnya jika kamu merindukan dia, jangan hanya melampiaskan padaku.
Aku bangga dengan diriku sendiri, dan memang terkadang aku iri dengan orang lain tapi bukan berarti aku harus berubah menjadi orang lain. Lalu kamu, mencelaku karena tidak seperti dia? siapa kamu sehingga harus aku ikuti perkataanmu. Aku memang pernah menaruh hati padamu, namun semenjak saat itu hilang sudah semua rasa untukmu. Kamu bukan yang aku tahu, tentang topengmu yang jatuh atau memang aku yang selalu menganggapmu baik, aku tidak tahu. Aku hanya tahu, semua pemikiranku tentang kamu sudah tidak seperti dulu.
Untuk kalian yang telah menyadarkan aku, dan yang selalu sabar mengingatkan aku untuk tidak percaya dengan dia. Aku sungguh Terimakasih. Maaf dulu aku tidak mendengarkan kalian, dan kini aku tahu apa yang kalian katakan memang benar.
Terkadang rasa yang ada di dalam hati tidak harus diikuti, cukup diabaikan saja. Dan melodi tentang rindu lebih baik dirahasiakan, karena tidak semua orang mampu memahami dan mengerti kamu. Bersikap tidak peduli terkadang memang perlu, untuk menghindari rasa sakit dan kecewa.


0 komentar:
Posting Komentar