02 November 2019 pertama kalinya kamu menyapa kesepian hidupku, setelah lebih dari 6 tahun aku dan kamu saling hilang. Dulunya aku dan kamu adalah teman, dan sekarang kembali menjadi teman. Iya, kembali menjadi teman setelah berusaha menekan ego untuk saling mendekatkan diri. Namun nyatanya semua usaha itu sia-sia. Belum sempat terikat, tapi harus terlebih dahulu mengenal kata pisah.
Berawal dari teman, lalu berkata nyaman dan tertarik untuk mengenal lebih dalam. 06 Desember 2019, mulai saat itu hati manusia rapuh ini mulai menggantung ke kamu. Awalnya mencoba membangun benteng agar tidak bergantung, tapi berkat perkataanmu yang selalu mampu menarik perhatianku. Akupun terjatuh, terjatuh dalam rasa nyaman yang abu-abu. Iya, dari awal aku ragu dan terus meyakinkan diri untuk mencoba sekali lagi, siapa tau berhasil.
Perumpamaan tentang terjatuh dalam jurang-pun sempat mencuri pikiranku. Pemisalan tentang aku pernah terjatuh dalam jurang yang dalam kemudian aku berhasil naik ke permukaan yang aman setelah sekian lama. Apakah harus mencoba berpindah dari permukaan yang dirasa aman itu? ada yang bilang, aku perlu ke lembah, ke pantai, dan tempat indah lainnya. Dengan maksud, aku harus berpindah dari tempat yang telah aku anggap sebagai "zona aman". Aku harus mencoba turun dari permukaan itu, tapi bukan berarti jurang yang sama.
Dari situlah aku kembali menuruni "zona aman"-ku. Singkat cerita, muncullah drama-drama kecil yang semakin sering dan semakin membesar. Saling lelah, saling terluka, dan pada akhirnya saling menghindar. Aku mencoba bertahan namun kamu seolah berkata tidak, tapi tak berucap. Kamu takut mengetahuiku menangis, iya aku rapuh. Hanya karenamu, yang tak pernah bisa aku mengerti aku selalu merasa bersalah. Aku akan berusaha bertahan, sampai ada orang yang benar-benar sungguh denganku, atau kamu sungguh dengan orang yang baru.
Diamku bukan berarti ku tak peduli, mungkin lebih baik aku cukup melihatmu dari jauh. Terimakasih untuk kamu yang pernah membuatku bahagia, terimakasih telah memberiku pelajaran yang begitu berharga. Sabar 😊
Owh yaaa, aku baru sadar. Aku hanya penyembuh hatimu yang terluka. Lalu kini ketika hatiku terluka, aku sendirilah yang harus menyembuhkan.
(06/02/2020)

