Tidak ada yang tau kapan perasaan bisa condong ke seseorang, dan tidak ada yang mampu mengendalikan. Arn, beberapa hari yang lalu disaat kamu memposting foto seorang perempuan entah kenapa rasanya tidak nyaman. Seperti ada bagian diriku yang merasakan sakit, Arn maaf. Aku baru menyadari pada saat itu, dan aku tidak dapat mengendalikannya. Yakinlah Arn, secepatnya semua itu akan menghilang. Maaf Arn.
Inginku mendiamkanmu, memberi jarak. Tapi nyatanya aku tak mampu Arn.
"Malam Minggu nggak keluar sama temen-temenmu"
"Enggak, mereka lagi kerja"
"Kan kamu bisa ngajak adekmu"
"Anaknya kerja bro"
Dari sinilah aku mulai merasakan kembali ketidak nyamanan. Arn yang aku sebut sebagai "adik" itu adik kandungmu. Bukan ia yang sedang kamu harapkan. Arn tidak mungkin aku terjun dalam rasa sakit yang aku buat sendiri. Arn aku tidak akan melakukan hal seperti itu. Tapi mingkin dengan kamu menceritakannya, aku jadi sadar bahwa aku harus segera menghapus perasaan yang seharusnya tak ada.
Disaat aku menulis part 1 aku sudah mulai terbiasa Arn. Terbiasa diabaikan olehmu, terbiasa menjauh darimu, dan rasa itu semakin menghilang Arn. Maaf Arn jika tulisan ini mengganggumu, maaf aku membutuhkan tempat cerita dan aku tidak ingin bercerita pada manusia Arn. Aku tidak tau kepada siapa aku harus bercerita, selain pada Tuhan dan tulisan ini.
Maaf dan terimakasih
Sukses selalu ya Arn,


0 komentar:
Posting Komentar