Sendu siang dan malam dari seorang perempuan, perempuan yang rapuh karena cinta. Seperti diriku yang telah kau singkirkan. Biasanya, aku mencari waktu luang untuk menghubungimu. Biasanya, aku mencari kesempatan yang tepat untuk berbicara denganmu. Biasanya, aku mencari waktu yang tepat untuk bercanda denganmu berharap tak mengganggu kesibukanmu. Namun semua itu sia-sia, karena pada akhirnya aku hanyalah sebuah benalu dalam hidupmu, yang selalu mendatangkan kerugian bagimu. Mengganggumu setiap waktu, tanpa tau waktu.
Kini semua telah berubah. Untuk mengetahui keadaanmu, aku tak mampu. Untuk bertanya bagaimana kabarmu, aku terlalu lemah, dan untuk tau sedang apa kau sekarang itu-pun aku tak berhak. Lelahmu menghadapiku, adalah rasa sakit karena egoisku. Berharap kamu kembali hanya sebuah mimpi, mimpi yang berakhir menjadi mimpi buruk. Aku tak mau mengemis cintamu, tapi aku berharap kau masih merindukanku. Seperti dulu...
Ada hati yang lelah,
Ada hati yang rapuh,
Hati yang selalu mengharapkanmu,
Berharap kamu ada disini,
Berharap kamu yang menghapus luka.
Berharap kamu yang memberikan dada untukku menumpahkan air mata.
Kamu,
Hanya kamu,
Cuma kamu yang saat ini aku rindukan,
Hanya seorang kamu,
Kamu yang menyimpan sebuah nama, entah siapa
Rindu ini masih untuk kamu,
Rindu ini masih menunggumu kembali,
Entah sampai kapan,
Tapi bukan selamanya,
Namun, aku berharap rindu ini tak menyakitimu,
Cukup aku yang sakit,
Cukup aku yang harus menangis,
Cukup aku yang menahan semua,
Cukup aku yang pura-pura tersenyum.
Jangan kamu,
Untukmu, berbahagialah
Bahagiamu, bahagiaku
Aku rindu senyum manismu
Aku rindu kata manismu
Tetaplah menjadi dirimu sendiri, yang selalu bersikap manis.
Di pojok kota ini aku masih menunggu kamu menghubungiku, walaupun kamu telah melarangku untuk menunggumu. Walaupun kamu telah melarangku mengharapkanmu. Tapi, hatiku memaksa untuk menunggu. Hatiku memaksa untuk berharap, berharap kepadamu.
Aku masih menunggumu hingga batas waktu yang tak pernah aku tahu...!


0 komentar:
Posting Komentar