
Dalam melodi yang terlupakan,
Hati terkikis dalam detik berjumpa,
Jantung gempar dalam menit bertatap,
Fisik runtuh tak bertenaga dalam diam berhadapan,
Hanya otak yang memaksa untuk kuat,
Hanya melodi batin yang memaksa untuk bertahan.
Namun dunia tak mendukung keduanya.
Runtuh, hancur lebur dalam waktu sekejap.
Kamu yang menghadirkan kembali senyumku, dan kamu juga yang memberi luka yang semakin dalam.
Manarik ulur hati ini.
Saat ini dunia memang berpihak denganmu,
Tapi ingat, suatu saat karma akan bermain denganmu.
Untuk sesaat luka itu memberatkan
Namun beriringan dengan jalannya waktu, luka itu pelan-pelan sirna.
Menyisakan rindu tersakiti.
Namun fisik ini menolak untuk tersakiti,
Otak, hati, dan fisik tak lagi sejalan
Karena kamu.

0 komentar:
Posting Komentar