Dalam diam ada air mata yang mengalir. Dalam sunyi ada rindu yang menyeruak. Untuk hari ini kisah cintaku masih belum sempurna, karena kamu belum berada disisiku. Namun aku masih mampu bahagia, karena tanpamu aku harus selalu bahagia. Duniaku tidak selalu bersamamu, bersama yang lain juga perlu. Bahagia untuk diri sendiri juga perlu. Cinta memang menyenangkan, namun terkadang cinta tidak tahu tempat dan kondisi untuk datang. Luka yang dalam tertutup cinta sesaat, dan berakhir menimbulkan luka yang lebih dalam. Terbiasa mendengar kisah "Ditinggal pergi ketika memasuki tahap sayang-sayangnya." Terlalu sering mendengar, dan sesekali berpengalaman. Untukmu, terima kasih pernah singgah dan terima kasih juga pernah menghempaskan serta memberi luka.
Saat ini rindu untukmu mulai tumbuh kembali, sejalan denganmu yang terkadang sedikit berkicau. Rindu kamu yang dulu pernah perhatikanku dibanyak waktu, dan rindu kamu yang selalu membuatku tersenyum. Rinduku merindukan kamu rindu aku. Rinduku merindukan disaat mendengar suara merdumu. Rinduku merindukanmu saat tertawa lepas tanpa sebab yang lucu. Rinduku merindukanmu yang pernah tersenyum karenaku dan untukku. Rindu itu semakin mengembang setiap waktu, tanpa tahu batasan tertentu.
Awan mendung tebal belum tentu akan turun hujan, seperti kamu yang dulu sangat perhatian tapi belum tentu mampu bertahan. Karena hati hanya akan bosan tanpa perkembangan, dan rasa sakit menunggu tidak akan lama bertahan. Meninggalkan merupakan satu-satunya jalan selain menunggu suatu yang menggantung tanpa kejelasan. Seperti rindu yang terasa hambar, karena rindu ini hanya aku yang merasakan.
Rindu Senyumu


0 komentar:
Posting Komentar