Sabtu, 25 November 2017

Luka


Ada banyak cerita yang pernah terukir bersama, mengikis ruang dan waktu yang saling berdampingan. Hampir semua orang pernah berpikir  dunia ini tidak adil, tapi setelah dicerna lebih dalam hanya dunia ini-lah yang paling adil. Hanya dunia ini yang memberikan kebahagiaan setelah adanya luka, dan hanya dunia ini yang menghadirkan senyuman lebar setelah rasa sakit yang bertubi-tubi. Terima kasih telah sayang dengan penghunimu, untuk Tuhan yang menciptakan segalanya tiada kata yang bisa tertuliskan. 

Dulu dia yang menyayangi telah Kau ambil, kau lebih sayang dengannya. Rasa syukur tiada tara karena Kau tidak memberi rasa sakit yang lebih lama. 

Ada banyak hal yang ingin diucapkan, namun tak tahu apa itu. Hati serasa lemah namun mencoba kuat. Jantung berdetak tidak aturan, rasa cemas terus meningkat. Rindu, telah lama tak bertemu dengannya dan kabar terakhir dia telah tiada. Memang bukan salah seorang, tapi tidak tahu dari ujung mana rasa kecewa sejenak hadir merisaukan keadaan. 

Ini bukan candaan, ini fakta yang telah terjadi. Ada luka yang harus disembuhkan, ada rindu yang harus dituntaskan. Semua perlu titik akhir, semua perlu ujung cerita.

Maaf jika kurang jelas, 
Terimakasih untuk kalian yang setia membaca rumah baca ini.

0 komentar:

Posting Komentar

About me


Saya menulis sebab sering diserang perasaan ingin berada di sini, di sana, dan di mana-mana sekaligus

-Mutia Aris Pradina-

Mutia Aris Pradina

Seorang wanita penikmat kopi dan sayur bening yang lahir pada bulan Juni. Juga seorang penyuka langit, bintang, hujan, dan senja. Sangat benci dengan kata "Oh dan Hmm" ♥