Kemarin kamu datang kembali dalam hidupku, dan aku tidak tahu apa tujuanmu yang sebenarnya. Aku termakan lagi oleh kata manismu, aku terjatuh kembali dalam jurang hatimu yang menyakitkan. Aku rapuh untuk kesekian kalinya. Tidak mampu melepasmu dengan cepat, tidak mampu menghapusmu dalam ingatanku secara instan. Kenapa kamu harus datang jika hanya ingin menorehkan luka. Aku manusia biasa, bukan seorang yang spesial dan kuat. Aku mempunyai kelemahan, bisa hancur tanpa peduli waktu dan tempat. Kamu masih tega membuat hati ini tercabik untuk kedua kalinya. Kenapa kamu melakukan itu? berkatalah jujur. Jujur aku merindukanmu dalam diammu. Aku bahagia ketika kamu kembali kepadaku, namun aku sakit ketika kamu kembali menghempaskanku.
Aku sadar aku perempuan bodoh yang masih mengharapkan seseorang yang pernah menyakitiku. Otakku selalu memerintah fisik ini untuk pergi menjauh darimu, dan tidak lagi mengharapkanmu. Tetapi hatiku berkata sebaliknya, hatiku terus mengajak fisik ini semakin mendekat denganmu berharap denganmu lagi dan lagi. Walaupun sudah tahu akan ada lagi luka yang muncul, bahkan semakin dalam.
Bahagialah dengan jalanmu. Abaikan aku yang terombang-ambing dalam angin yang tidak mengerti arah. Jangan pernah kembali dengan hati ini yang sakit begitu parah. Kamu bahagia aku-pun bahagia. Karena bahagiaku adalah ketika melihat kamu bahagia. Aku akan mencoba bersabar dalam menghadapimu. Menghadapi seseorang yang begitu sering menyayat luka untukku dan kemudian pergi begitu saja tanpa sepatah kata.
Terima kasih pernah singgah, dan terima kasih juga telah membuat hatiku semakin kuat.


0 komentar:
Posting Komentar