Selasa, 10 November 2020

Harus Berhenti


     23 September 2020,  pada hari itu aku tersadar kembali. Tersadar atas harapan yang seharusnya tak aku berikan pada manusia. Karena berharap pada manusia pasti akan berakhir kecewa. Aku tau salah, tapi bukannya wajar jika aku ingin dihargai? bukankah wajar jika aku juga ingin dimengerti? bukan terus menerus mengerti orang lain. Iya aku memang berusaha bersikap baik ke siapapun, tapi tolong mengertilah. Aku bersikap baik ke kalian karena aku percaya kalian manusia-manusia yang baik, jadi jangan hancurkan kepercayaan itu. Sekalinya aku kecewa, hilang sudah kepedulianku.

    Aku tau, disini aku hanya dibutuhkan. Aku tau, sebenarnya keberadaanku tidak diharapkan. Jadi hal-hal kecil yang mungkin aku lakukan tak akan pernah terlihat. Iya, banyak hal kecil tak terlihat oleh manusia. Tapi aku yakin Tuhan-ku melihat itu semua, hal sekecil apapun itu. Jadi aku tidak akan menyerah untuk melakukan hal baik kepada siapapun, walau apa yang aku lakukan belum tentu dinilai baik oleh mereka.

    Semangat :)

0 komentar:

Posting Komentar

About me


Saya menulis sebab sering diserang perasaan ingin berada di sini, di sana, dan di mana-mana sekaligus

-Mutia Aris Pradina-

Mutia Aris Pradina

Seorang wanita penikmat kopi dan sayur bening yang lahir pada bulan Juni. Juga seorang penyuka langit, bintang, hujan, dan senja. Sangat benci dengan kata "Oh dan Hmm" ♥