Kamis, 17 Agustus 2017

Melakukan tak semudah mengatakan



Melakukan tak semudah mengatakan,
Walaupun hanya mengungkapkan rasa sakitpun, terasa sangat sulit
Tak tahu bagaimana sakit itu akan berujung,
Kapan sakit itu akan berakhir.

Hanya memikirkan solusinya saja membuat rasa sakit itu semakin dalam,
Semakin dalam dan semakin tak mau bangkit dari-nya.

Hanya mampu melalui segalanya dengan beban sakit di dada,
Beban sakit yang mampu meremukkan tulang rusuk kapanpun saatnya.

Namun bagaimana tulang punggung mau menghindar jika tulang rusuk begitu dekat dengan punggung manismu.

Hanya mampu bersabar menghadapi segala kemungkinan,
Mati dengan rasa sakit yang tak terkira rasanya, atau hidup dengan rasa sakit yang tak pernah berhenti,
Rasa sakit yang tak akan pernah bisa dihindari, walaupun hanya sedetik pun.

Hanya mampu bersabar dan bersyukur dalam segala situasi yang ada.
Terus semangat dan terus menyibukkan diri, berharap rasa sakit itu terlupakan dengan sendirinya.
Menghindari waktu kosong agar rasa sakit tak muncul dalam otak kecil ini, walaupun hanya sedetik.

Karena melupakan rasa sakit ini tak semudah menggerakkan ujung jari telunjuk.
Sakit ini terus mengharapkanmu menyadari bahwa di dalam sana tumbuh subur rasa sakit karenamu. (Uttie voleta)

0 komentar:

Posting Komentar

About me


Saya menulis sebab sering diserang perasaan ingin berada di sini, di sana, dan di mana-mana sekaligus

-Mutia Aris Pradina-

Mutia Aris Pradina

Seorang wanita penikmat kopi dan sayur bening yang lahir pada bulan Juni. Juga seorang penyuka langit, bintang, hujan, dan senja. Sangat benci dengan kata "Oh dan Hmm" ♥